Bandung nggak cuman terkenal akan kuliner, cafe atau tempat wisatanya yang hits serta instagramable yang cepat berganti setiap musimnya, Bandung juga punya wisata alam yang jarang terjamah oleh warganya. Lagi-lagi karena pandemi yang mencegah kita untuk snorkeling di laut sehingga Weekend with Us kali ini membawa kalian ke pendakian Jaya Giri.
Biaya tiket masuk
Titik awal pendakian di ketinggian 1300an mdpl (nyontek blog sebelah) atau yang disebut Wana Wisata Jaya Giri. Kalau kesini bisa pakai motor atau mobil, tempat parkirannya pun cukup memadai. Untuk biaya parkirnya motor lima ribu rupiah dan mobil sepuluh ribu rupiah. Untuk masuk ke kawasan Jayagiri kalian akan dikenakan biaya sebesar sepuluh ribu rupiah perorangnya (harga per september 2021).

Hiking di Jayagiri
Mendaki santai di Jayagiri ini sangat bergantung dengan kebiasaan kalian berolahraga, serta kondisi cuaca H-1 dan hari H. Karena medannya tanah jarang berbatu, serta menanjak sepanjang perjalanan dengan diperkirakan sudut elevasi 15-45 derajat. Untungnya di rute ini sudah sering dilewati orang dan bahkan para petani, jadi kondisi rutenya sudah cukup bagus dan minim ilalang. Jangan lupa pakai pakaian olahraga lengan panjang (anti UVA UVB), sunblock SPF 50 PA ++++, kacamata hitam, air minum, duit pastinya dan terpenting trekking pole. Ini kali keduanya gw hiking sebelumnya di kawasan Curug Putri, suprisingly trekking pole beneran ngaruh.

Oiya bagi yang nggak biasa olahraga cardio, mulai pemanasan H-2 dengan jalan cepat di sekitaran rumah ya. Bagi yang ingin membawa anak kecil, tempat ini lebih cocok untuk anak usia SD yang aktif dan suka kegiatan outdoor.
Perjalanan kali ini dibagi jadi 2 bagian, pertama dari pintu gerbang sampai ke warung abah ditengah-tengah hutan pinus dan kemudian lanjut dari situ ke lorong lumut. Untuk perjalanan sampai ke warung abah memakan waktu kurang lebih 45 menit, disini kalian bisa istirahat sebentar sambil menyantap semangka segar.
Selama pendakian jangan lupa liat google maps atau download aplikasi All Trails. Ini sangat memudahkan kalian dan mencegah tersesat saat sinyal hilang di tengah hutan. Kalau kalian masih tersesat juga, langkah terakhir adalah pakai GPS lokal alias Gunakan Penduduk Sekitar untuk tanya jalur. Dari Warung abah ke Lorong Lumut kurang lebih memakan waktu sekitar 25 menit, untuk treknya sendiri darisini sudah landai jadi kalian bisa lebih santai.

Suguhan pemandangan asri dan udara yang sejuk hingga lokasi lorong lumut sangat memanjakan mata. Banyak spot foto ditengah-tengah pohon pinus yang instagramable banget deh. Lokasinya juga melewati Jungle Milk dan Mountain Bike Track, jadi kalau kalian mau istirahat dahulu kalian bisa nontonin keseruan bersepeda turun gunung dengan kecepatan tinggi.
Melanjutkan perjalanan mendaki ke lorong lumut yang hampir tersesat karena tidak ada papan petunjuk, akhirnya pilihan GPS kita gunakan dan akhirnya semua jerih payah terbayar disini.

Setelah puas berfoto ria di lorong lumut, saatnya untuk kembali lagi ke pintu gerbang Jayagiri. Total waktu yang dihabiskan untuk hiking kali ini adalah sekitar 3 jam. Tips untuk kalian, sebaiknya mulai start dari gerbang sekitar jam 9 pagi dan udah sarapan dulu sebelum berangkat.
Sekian series Weekend with Us kali ini, minggu depan kalian akan kita ajak untuk bermalam di hutan. Penasaran, tunggu series selanjutnya!

Makasih, berkat tulisan ini jadi tahu apa aja yg harus di prep dan gimana kalau mau hiking ke Jayagiri!
Sama-sama kak, semangat Hikingnya!