Setelah menimbang-nimbang akhirnya kita memilih akomodasi travel bus untuk mengantarkan kita pulang kota! Mengira tidak ada yang spesial selama diperjalanan dan ternyata salah, sesaat sebelum memasuki kawasan Karawang, Salman nyeletuk "Itu kabut? Emang hujan?" "Polusi udara itu" dan setelahnya selama tiga hari penuh gw tidak pernah melihat birunya langit Jakarta. Tidak percaya? Coba aja keluar siang-siang, keliatan nggak tuh langitnya?

Resource

Buat yang penasaran dan butuh fakta seberapa neglected-nya kita terhadap satu-satunya tempat tinggal manusia di alam semesta ini, berikut gw kasih panduan maksimal PM2.5 (indikator polusi udara) dari WHO dan fakta di lapangan yang bersumber dari BMKG, plus biar pada melek dan mulai melakukan sesuatu, sebisanya aja dulu, nih link youtube-nya.

Resource

Rata-rata setiap harinya PM2.5 kota Jakarta khususnya di lokasi Kemayoran berada di angka 14.15 microgram per meter kubik sedangkan batas maksimal di 10 microgram per meter kubik, sudah kebayangkan betapa tidak sehatnya udara yang kita hirup ini, lebih detailnya telaah sendiri yah grafik diatas (klik aja resourcenya kalau mau baca lebih lanjut).

Tambahan, setelah pandemi COVID-19 pun berakhir, tetap pakai masker ya gengs! Selain itu, mulai bijaklah dalam bertindak karena setiap tindakan kita bisa membuat domino effect ke bumi satu-satunya ini. Jadi kalau dulu gw selalu bau jalan dan lepek ya inilah salah satu jawabannya.

Hari Pertama

Disambut dengan antrian ke dua belas untuk makan siang di Futago Ya Melawai yang dengan sabar kita tunggu selama dua jam penuh! Panas, lapar dan baru juga nyampe membuat Salman tidak kehilangan akal. Tepat disampingnya ada kedai kopi Tuku, beli kopi harga belasan udah bisa dapat AC gratisan. Cuman ya gitu sempit karena toko ini di design untuk take away orders.

Tibalah nomor 26 dipanggil (1 nomor untuk 2 orang), alhasil gw sama adik masuk duluan, Salman masih nunggu diluar sekitar 15 menitan lah, makin-makin deh keselnya. Pas masuk ternyata tempatnya kecil banget kira-kira muat 10 orang, pantesan aja nunggu dua jam.

Didoakan ya Futago Ya semoga banyak rejeki biar cepat pindah ketempat lebih memadai or at least expansi kesebelahnya gitu, kalau banyak yang review jelek karena waktu tunggunya, lama-lama orang males juga makan disitu. Mending kalau belum mampu laksana untuk buka dine in, fokus di cloud kitchen aja dulu. Kenapa malah ceramahin bisnis orang?.

Jadi gimana rasanya? Enak, tapi karena nunggu dua jam it's not worth it. Tips pintar! Ingat untuk selalu cek popular times yang bisa kalian baca saat meng-google lokasinya sebelum memutuskan pergi ke suatu tempat plus ini cukup akurat karena live report, jangan kaya gw. Kalau emang ramai, yauda cari tempat lain aja. Kedua, bawa kipas, Jakarta panas.

Oiya, baca-baca review banyak yang rekomen untuk coba gyoza-nya tapi jangan gyoza tusuk rasanya jadi mirip batagor karena toping saus kacangnya, kalau ini mah di Bandung juga banyak. Apakah akan kembali? Nope selama masih belum ekspansi, GoFood? Yes karena sistem antrian yang berbeda alias lebih cepat.

Hari Kedua

Dulu pas kecil (khusus anak jaman 90-an) kalian sering dengerin musik dari standing CD player yang biasa di temukan di toko CD nggak? Maaf ya kalau nggak pernah, pasti susah kebayang (gw udah mencoba mencari sampel fotonya di google tapi nggak ada). Anyway, hal itulah kenangan paling melekat setiap mendengar kata Grand Lucky SCBD, dulu waktu rak/etalasenya masih berwarna putih, section CD tersebut selalu menjadi tujuan, terutama standing CD player yang memutar lagu Kylie Minogue - Can't Get You Out of My Head.

Btw gw suka "membeli kenangan" semacam istilah yang dipakai untuk mengulang kembali atau menciptakan kenangan di masa depan, berlandaskan hal tersebutlah Grand Lucky SCBD masuk daftar MUST GO. Hasilnya? Beda banget! Crowded dan lebih mirip swalayan pada umumnya tak se-eksklusif dulu.

Tapi untuk supermarket dengan produk-produk impor, ini masih belum ada tandingannya sih. Bahkan di tempat ini akhirnya gw menemukan permen karet masa kecil yang setiap ke PS atau MKG pasti merengek minta beli ini. Dulu harga permennya 20rb-an sekarang harganya udah naik 3x lipat, kalau pakai kacamata ekonomi mungkin harganya mengikuti inflasi aja sih. Terakhir, makanan di food courtnya enak-enak loh tapi bagi sekte penganut makanan beli online jelas semua makanan beli offline, mahal.

Keliatannya adem ya? Nyatanya panas bener! 

Kalau sudah sampai Grand Lucky, tinggal nyebrang dan jalan sedikit kalian sudah sampai di mal hits Jakarta. ASTHA District 8! Wow sih ini, design, arsitek atau apalah itu namanya, sangat fituristik (sok tahu). Jalan menuju malnya aja cantik, mengingat kita lagi di SCBD ya pasti rapi sih.

Isi malnya emang bukan toko-toko yang biasa gw beli sih, jadi nggak punya referensi. Tapi tetap oke kok untuk sekedar window shopping. Buat anak instagram, you'll love it, lantai atas dekat Flix yang biasanya jadi incaran pemuja foto kece di sosial media. Pastinya Salman foto dong.

Pas kita kesana, lagi ada pameran yang memperingati Hari Batik Nasional dan setiap pengunjung dikasih masker gratis, boleh milih motif lagi, it takes several minutes for me to compare the unique and mix-match-able one. Disini kita muter-muter doang karena untuk mall se-compact itu ASTHA termasuk ramai dan hampir setiap restaurant atau food courtnya penuh.

Muncullah ide di kepala "PIM kan baru aja expand, kesana aaah" Sebelum menetap di Bandung, gw termasuk sering tawaf di mal-mal Jakarta, jadi penasaran dong #FOMO. Muter-muter mal gini salah satu olahraga loh, biasanya gw bisa sampai 8rb-10rb langkah, lumayankan 150-200 kalori terbakar.

Sesampainya di PIM, langsung ke toko buku. Bingung mau kemana? Ajak aja ke toko buku, aman deh bisa berjam-jam didalamnya. Setelahnya langsung menuju PIM 3 dan hasilnya? Ya gitu aja, cuman ada tambahan outdoor space dengan lantai kaca mirip-mirip di FX lantai atas dekat CGV. Oiya kita sempet makan Chigo, creamy cheese dan asian honey sauce-nya enak loh , harga standar Jakartalah, katanya sih varian ayam rasa mie goreng juga enak.

Hari Ketiga

Setelah segala urusan selesai, waktunya pulang!

Terima kasih kepada Dodetz dan Wica yang sudah bersedia diculik selama dua hari penuh untuk keliling Jakarta. Rencana kaka sebenarnya mau ajak kalian Walking Tour tapi kita urungkan saja niat itu mengingat cuaca yang tidak memadai ya. Panasnya Bekasi udah mulai nular. Baiklah, sekian series Weekend with Us kali ini, jangan lupa pakai masker!