Sejak November 2020, gw mendedikasikan diri sebagai relawan COVID-19 di Puskesmas Sukagalih Bandung. Disini gw belajar banyak mengenai penanganan dan pencegahan COVID-19 di lingkup yang paling utama yaitu rumah (read : keluarga) diperkaya dengan pengetahuan baru mengenai lika-liku permasalahan masyarakat, birokrasi dan teknologi yang tidak dijumpai di pengalaman kerja sebelumnya.

Walau COVID-19 sudah melanda dunia lebih dari satu tahun lamanya, tetapi masih banyak masyarakat yang bingung dan ketakutan dengan penyakit ini. Berangkat dari permasalahan itu, berikut beberapa informasi dan langkah-langkah yang bisa dilakukan jika kalian atau keluarga terjangkit COVID-19.

Sekilas COVID-19

COVID-19 merupakan kependekan dari Coronavirus disease that emerge in 2019 yang berasal dari virus yang menjangkit kelelawar dan bermutasi serta menginfeksi manusia. Penularan terjadi antarmanusia secara langsung dan tidak langsung melalui droplet (air liur) dengan ilustrasi dibawah ini.

Source : WHO

COVID-19 memiliki sign & symptoms yang cukup spesifik yaitu :

Sign (gejala yang dapat diukur secara objektif)

  1. Demam
  2. Peningkatan laju napas

Symptoms (gejala yang dirasakan secara subyektif oleh pasien)

  1. Batuk dan atau flu
  2. Anosmia (hilangnya daya indera penciuman dan pengecapan)

Selain hal diatas terdapat sign & symptoms yang tidak spesifik seperti mual, diare, nyeri otot, pusing dan lain-lain. Dari semua keluhan tersebut kenali keluhan yang mengarah ke gejala berat yaitu

  1. Bibir/muka/ujung-ujung tungkai tampak biru atau sianotik
  2. Sesak napas ditandai dengan meningkatnya laju napas (normal 20-22 x/m), nyeri dada dan atau terbangun karena sesak napas

Terdapat beberapa faktor resiko yang meningkatkan angka kesakitan hingga kematian pada seseorang yaitu usia > 65 tahun, memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, PPOK, asma, gagal jantung, gagal hati, gagal ginjal dan obesitas.

Source : John Hopkins Contact Tracing Course

Kita mengetahui adanya istilah masa inkubasi dan periode infeksius. Masa inkubasi adalah waktu yang dibutuhkan dari seseorang yang tertular COVID-19 hingga munculnya gejala, dibutuhkan dua hingga empat belas hari tapi umumnya terjadi selama lima hari.

Sedangkan periode infeksius adalah waktu dimana pasien yang terjangkit COVID-19 dapat menularkan ke lingkungan sekitarnya, menurut penelitian hal ini terjadi selama 10-14 hari dengan dimana saat paling menular adalah di hari pertama pasien muncul gejala.

Penegakkan diagnosa pada penyakit ini dilakukan dengan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan diagnostik yang kita sebut dengan PCR Test. Belum ada obat spesifik yang dapat menyembuhkan penyakit ini, pengobatan yang dilakukan semata-mata hanya untuk membantu fungsi tubuh untuk kembali pulih dan menghasilkan imun terhadap penyakit ini.

Adanya vaksin COVID-19 hanya dapat membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian bukan untuk mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit COVID-19, sehingga tetap patuhi protokol kesehatan!

Dalam dunia epidemiologi dikenal istilah Reproductive Number atau R0 merupakan perkiraan jumlah kontak erat yang akan terinfeksi penyakit dari 1 orang yang positif.

Source : John Hopkins Contact Tracing Course

COVID-19 memiliki R0 sebesar 2-3 yang artinya adalah setiap 1 orang positif terdapat 2-3 orang kontak eratnya yang akan terjangkit, mungkin terlihat sedikit tapi bagaimana jika di ilustrasikan seperti gambar dibawah ini.

Source : John Hopkins Contact Tracing Course

Banyak bukan? Maka dari itu, seseorang yang terjangkit COVID-19 wajib melakukan isolasi mandiri agar tidak menularkan ke orang sekitar yang disebut dengan kontak erat.

Kontak erat adalah seseorang yang kontak secara fisik dengan pasien COVID-19 (contoh berciuman) dan atau close contact (berada dalam jarak kurang dari 2 meter selama lebih dari 15 menit) dan atau proximate contact yaitu tinggal satu rumah dengan pasien COVID-19. Para kontak erat juga wajib melakukan karantina serta mematuhi protokol kesehatan guna menekan penularan COVID-19.

Source : ITS

Kayanya gejala yang gw alamin mengarah ke COVID deh, gw harus apa?

Do not panic!

Segera lakukan isolasi mandiri oleh seluruh anggota keluarga yang berada dalam rumah dengan tata cara seperti dibawah ini

Source : KEMENKES

Selanjutnya hubungi Puskesmas wilayah domisili kalian (google Puskesmas terdekat dan cari no hotline mereka di sosmed) dan siapkan hal berikut yang akan anda kirimkan via WA ke petugas contact tracing COVID-19:

  1. Foto KTP dan KK, Alamat domisili lengkap beserta RT/RW
  2. Hasil PCR (jika ada, jika belum petugas Puskesmas akan menjadwalkan pemeriksaan)
  3. Buatlah catatan singkat yang berisi keluhan yang dirasakan, tanggal awal gejala, dan riwayat penyakit dahulu/penyerta baik untuk anda maupun setiap anggota keluarga anda
  4. Informasikan riwayat perjalanan/berkumpul/kontak dengan terduga COVID-19 selama 5-14 hari sebelum gejala timbul. Contoh: gejala awal tanggal 18/03, informasikan ke petugas mengenai riwayat perjalanan/berkumpul/kontak dari tgl 04/03 (guna mengetahui, pasien COVID-19 yang menularkan kepada anda)
  5. Serta berikan nama dan no. tlp orang yang menjadi kontak erat anda sejak 2 hari sebelum gejala hingga sesaat sebelum anda melakukan isolasi. Contoh: gejala awal tanggal 18/03 dan anda menelpon Puskesmas tanggal 20/03, informasikan ke petugas mengenai kontak erat anda dari tgl 16/03 - 20/03 (guna mengetahui, siapa saja orang yang mungkin tertular oleh anda)
  6. Bagi anggota keluarga yang belum dilakukan pemeriksaan PCR atau Antigen, informasikan kepada petugas agar dijadwalkan pemeriksaan tersebut
  7. Informasikan obat yang sudah dikonsumsi, agar memudahkan dokter untuk meresepkan obat-obatan.
  8. Minta surat keterangan sakit selama masa isolasi dan hasil pemeriksaan lab (jika perlu untuk kantor)
  9. Tanyakan lama isolasi dan ketentuan selesai isolasi untuk anda dan anggota keluarga anda
  10. Jika anda tidak dapat melakukan isolasi mandiri di rumah, informasikan ke petugas untuk di rujuk ke tempat isolasi mandiri (jika tanpa gejala - gejala ringan) atau ke RS (jika gejala sedang - berat)
  11. Sediakan termometer dan oksimeter dirumah, jika sesak lakukan posisi pronning, akan tetapi jika satuasi oksigen <95% segera ke IGD terdekat. Jangan lupa cek ketersediaan Bed IGD dari web/aplikasi SIRANAP > https://yankes.kemkes.go.id/app/siranap/
  12. Jangan takut untuk melaporkan penyakit anda ke Puskesmas dan tidak perlu khawatir dengan stigma dari masyarakat. Kesehatan dan keselamatan anda dan keluarga serta lingkungan berada di tangan anda. Pihak berwenang seperti RT/RW akan membantu keluarga anda jika terdapat kendala selama masa isolasi/karantina.
  13. Semua hal diatas tanpa dipungut biaya alias gratis

Jadi, segera laporkan kesehatan diri dan keluarga ke Puskesmas terdekat!

#Salam Sehat

Sumber Materi COVID-19 : https://www.coursera.org/learn/covid-19-contact-tracing/home/welcome

Sumber foto background : Family vector created by pikisuperstar - www.freepik.com