Ursone Fam

Resource

Sangat senang begitu mendengar ada cafe yang bertempat di rumah kediaman keluarga Ursone, selain karena penasaran seperti apa rumah keluarga konglomerat yang memliki usaha sapi perah ini, juga karena ingin mengetahui lebih dalam sepak terjang dan kisahnya di tanah Priangan. Kalian tahu, keluarga ini memiliki banyak tanah di sekitar lembang, pasti tidak asing dengan Floating Market? Dusun Bambu? dan Observatorium Bosscha kan? Tanahnya dulu merupakan milik keluarga ini atau pabrik coklat Mafalda di Bandung? Siapa sih mereka?

Pertama kali berkenalan dengan Ursone Family saat kita mengikuti Cerita Bandung Walking Tour di Pemakaman Pandu dan melihat begitu megahnya Mausoleum Ursone. Tiga bersaudara berkebangsaan Italia ini datang ke Hindia Belanda pada tahun 1880an, berawal dengan kegemarannya bermain musik dan pernah tampil di Savoy Hooman Hotel, lama-lama membuat ketiganya jatuh cinta untuk menetap di Bandoeng dengan membeli tanah di Lembang yang dijadikannya tempat perternakan sapi perah hingga akhirnya sukses dan memiliki banyak bidang tanah di sekitar Lembang, pabrik coklat di Cipaganti serta menjadi salah satu pengusaha yang menjual susu berkualitas di Bandoengsche Melk Centrale.

Salah satu dari mereka menikah dengan pribumi serta dua lainnya tetap melajang hingga akhir hayatnya, karena penasaran dengan kelanjutan ceritanya akhirnya membuat gw iseng berselancar mencari tahu lebih dalam tentang keluarga ini hingga akhirnya menemukan di IG Bandung Diary yang pernah bertemu dengan Cicit Keluarga Ursone yang beliau ceritakan secara lengkap di Blognya. Ursone memiliki kediaman yang sangat luar biasa besarnya, tiga bangunan yang sepertinya merupakan bangunan asli dari jaman Ursone hidup dan satu sisanya bangunan tambahan (jika tidak salah). Bangunan utama difungsikan sebagai cafe juga resto yang kalian bisa pilih untuk duduk di dalam atau bersantai di tamannya yang luas. Makanan dan minumannya cukup enak dengan harga yang terjangkau, udara dan suasananya terasa damai #exhale.

Bandung Design Biennale

Melanjutkan petualangan dengan berkunjung ke pameran seni yang digagas setiap tahunnya oleh Bandung Design Biennale yang menggelar pameran dibeberapa tempat secara bersamaan hingga tanggal 27 Nov 21, kalian bisa cek jadwalnya di website atau instagram mereka ya. Minggu ini kita pilih Laswee Creative Space dan The Hallway Space.

Tak berekspektasi apa-apa secara kita berdua bukan anak seni yang dari sekolah hingga kerja kecimplung sampai tenggelam diranah sains berusaha mengerti dan mengamati beberapa pameran yang ditunjukkan, tak sesulit perkiraan gw. Seni tidak "saklek" hitam atau putih, semua tergantung persepsi masing-masing. Anyway, selain pameran ada juga workshop dan talkshow yang diadakan, pas kita datang sedang berlangsung workshop membuat tanah liat, which is kita sudah pernah ikut langsung di Elina Keramik Bandung.

Kalian tahu Pasar Santa-kan? Ternyata Bandung juga punya loh, bahkan lebih tertata rapi dan tematik. Namanya The Hallway Space Kosambi yang terletak di gedung Pasar Kosambi. Jika main kesini, sangat disarankan untuk parkir di Richeese Factory (sebrang pasar). Akses hingga sampai tempatnya rada bingungin, mudahnya kalian masuk dari pintu keluar bayar parkir dan ambil tangga paling kanan, setelah masuk ke dalam gedung tinggal lurus saja sampai ketemu pintu masuk tempat ini.

The Hallway Space ini menyediakan toko-toko yang menjual pakaian, sepatu, dekorasi rumah, hingga benda koleksi. Kalau kesini, jangan lupa sempetin untuk foto box di Fotohokkie ya, kalian bisa pilih box berlatar belakang warna yang sesuai dengan warna baju kalian dan ukurannya sesuai dengan jumlah orang, harganya cukup murah 15rb/orang/5 menit atau 20rb/orang/10 menit, bisa foto sebanyak-banyaknya, filenya akan dikirimkan via WA plus dapat 1 cetak foto/orangnya.

The Hallway Space juga menyediakan kedai makanan dan tak perlu khawatir nggak kebagian tempat duduk karena mereka mendedikasikan satu lantai untuk tempat ini. Oiya, bau pasar pasti terasa ya terutama di daerah pintu masuk, untuk keseluruhan tempat cukup bersih dan tak berbau kok, cuman panas dan dibeberapa spot banyak yang merokok. Gw cuman muter-muter doang sih, terlebih karena banyak beberapa kios yang masih. Baiklah, sekian untuk minggu ini. See you next week!