Tebing Keraton salah satu lokasi yang bisa didatangi untuk melihat kota Bandung dari atas, hijaunya hamparan pepohonan disekitarnya serta sejuknya udara pagi. Perlu sedikit usaha ekstra untuk mengakses perkiraan cuaca, agar mendapatkan pemandangan yang maksimal dan tidak kehujanan selama perjalanan. Sepanjang jalan menuju kawasan ini, kalian akan disuguhkan beragam cafe yang dipenuhi pesepeda (hebat ya bisa gowes sejauh ini) serta deretan rumah penduduk. Jika kalian ingin mengunjungi tempat ini baiknya melakukan reservasi dahulu dengan mengakses QR Code berikut.

Sangat disarankan untuk datang menggunakan motor dikarenakan akses jalan yang sempit yang hanya bisa dilalui dua motor atau satu kendaraan roda empat. Bagi yang kalian yang mengendarai mobil, kalian bisa parkir di sekitar Warung Nyawang dan jalan kaki atau menyewa ojek hingga sampai di pintu masuk tebing keraton yang jaraknya sekitar 2 km. Tempat ini buka setiap hari dari jam 08.00-16.00 dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 12.000/orang dan Rp. 52.000/orang khusus wisatawan asing. Bagi yang mau foto pre-wedding dikenakan biaya sebesar Rp. 300.000,-. Tempat parkir motornya di sekitar rumah penduduk yang disulap menjadi warung makan dengan tarif Rp. 5.000,-.

Dari pintu masuk hingga Tebing Keraton jaraknya hanya 100 m, saat ini tempatnya sudah di renovasi, diberi paving jalan, jembatan/panggung jalan serta pagar pembatas untuk keamanan pengunjung. Tidak banyak yang ditawarkan dari wisata kali ini selain pemandangannya. Dikarenakan kawasannya yang cukup kecil, membuat banyak wisatawan yang menumpuk dan mengantri untuk berfoto, tetap prokes!. Ada saja beberapa wisatawan melompati pagar hanya demi foto, jangan dilakuin ya, berbahaya!.

Daerah Tebing Keraton ini kita bisa melihat kawasan yang dilalui oleh Sesar Lembang, bagi yang tidak tahu, Sesar Lembang merupakan salah satu patahan geser aktif di Jawa Barat yang terletak di kecamatan Lembang, memanjang dari Padalarang hingga Jatinangor dengan jarak kurang lebih 29 km dan mengalami pertemuan dengan Sesar Cimandiri di sekitar Padalarang (source).

Sesar Lembang mengakibatkan gempa bumi pada abad ke-15, 60 SM dan 19.600 tahun yang lalu serta patahan ini bergerak sekitar 1,95 sampai 3,45 milimeter per tahunnya, diperkirakan periode gempa berulang antara 170-670 tahun dengan kekuatan 6.5-7.0 SR (source). Dengan ini, gw makin aware untuk memilih membangun rumah mengunakan jasa arsitek yang paham akan ilmu bangun membangun rumah dan resiko bencana alam di masa depan, karena yang menyebabkan kematian pada gempa bumi itu tertimpa runtuhan bukan karena guncangannya itu sendiri.

Cukup tiga puluh menit memandangi hamparan hijau dari Tebing Keraton, kita explore kawasan ini dan menemukan area camping ground yang jaraknya tidak jauh dari Tebing Keraton. Entah mungkin karena musim hujan atau memang jarang ada yang menggunakan area ini sebagai tempat menginap sehingga kesannya seram terlebih saat sampai disana tidak ada orang sama sekali, petugaspun tidak. Tempat ini memiliki fasilitas musholah dan toilet, tepat disebelah kanan foto diatas.

Sekian series weekend with us kali ini, sampai jumpa minggu depan!

Pics : Watercolor vector created by pikisuperstar - www.freepik.com