Melihat antusiasme yang tinggi dari para pembaca terhadap artikel sebelumnya, kita memutuskan untuk melanjutkan tulisan ini. Artikel ini akan memuat dua tahapan, tahapan pertama berisi pertanyaan yang diajukan dan dijawab oleh diri sendiri serta tahapan kedua berisi pertanyaan yang dajukan dan dijawab oleh keduanya. Berikut listnya, kalian juga bisa menambahkan atau mengurangi sesuai prinisp kalian ya.

First Round

Ask yourself! Pertanyaan ini adalah daftar pertanyaan telak, jika ada keraguan yang muncul bisa jadi kamu tidak mengenalnya dengan baik atau hal tersebut merupakan red flag untuk kamu.

  1. Apakah dia menghargai dan memahami bahwa masing-masing diri kita adalah individu yang unik baik dari segi minat, kesukaan, ketidaksukaan, kebiasaan, cara berpikir dan memandang sesuatu serta berpendapat yang kemungkinan berbeda dengan dia?
  2. Apakah dia menghargai privasi? Tidak memaksakan kehendak?
  3. Apakah dia bersedia mendengarkan, mempertimbangkan opini dan berkompromi?
  4. Apakah dia kecanduan NAPZA atau hal negatif lainnya?
  5. Apakah dia memiliki self-esteem yang baik?
  6. Apakah dia dapat berkomunikasi efektif dengan saya dalam menyampaikan hal terburuk sekalipun?
  7. Apakah dia dapat mengutarakan perasaannya dengan cara yang baik sehingga saya mengerti pesannya?
  8. Apakah ia memakai kekerasan fisik/verbal/psikis saat mengekspresikan dirinya?
  9. Apakah ia setia dan ingin berkomitmen?
  10. Apakah ia bertanggung jawab akan konsekuensi dari setiap tindakan/keputusannya?
  11. Apakah kamu sudah puas dengan masa lajangmu? 18 tahun hidup bersama orangtua, usia 18 hingga sebelum menikah masamu mencari tahu tentang dirimu, diusia kamu menikah hingga mati nanti kamu akan menghabiskan hidupmu dengannya, apakah kamu siap?
  12. Apakah kamu yakin alasan menikahmu sudah benar?

Second Round

Carilah momen dimana kalian dalam keadaan santai, tenang dan saling jujur dalam menjawab daftar pertanyaan ini karena kebohongan kecil, akan menjadi malapetaka kedepannya. Remember (again) don't compromise yourself, you will regret it.

Believes & Character

  1. Apakah ada cinta yang belum kelar? Jika ada lebih baik selesaikan, selesaikan juga hubunganmu dengannya. Cinta yang belum kelar baik karena cinta tidak tersampaikan atau karena tidak diakhiri dengan baik-baik akan lebih berbahaya daripada pacaran dan putus dengan "concern". Kenapa? Karena masih ada kata "seandainya" yang menggantung antara dia dan si cintanya yang belum kelar itu. Bisa jadi itu akan terus menghantuinya. Jika ia datang kembali dan pertanyaan pertama ini dijawabnya dengan berbeda, the choice is yours.
  2. Apa tujuanmu menikah?
  3. Apa pandanganmu tentang agama?
  4. Bagaimana posisi agama dalam kehidupanmu?
  5. Apakah menurutmu kamu orang yang taat dalam beribadah? Kenapa?
  6. Apa kelebihan dan kekuranganmu sebagai manusia dan makhluk sosial?
  7. Apa pandanganmu tentang self love dan self esteem? Apa hal yang membuatmu insecure? Bagaimana pandanganmu pada wanita yang berkarir diluar dan atau didalam rumah? Apa perbedaannya?
  8. Apa cita-citamu? Apa rencanamu tentang hidupmu pribadi dan dalam pernikahan? Bagaimana langkah dan antisipasi dalam mencapainya?
  9. Bagaimana rencana karir dan atau pendidikanmu? Apakah keberatan?
  10. Apa pandangan dan sikapmu tentang perjanjian pra-nikah?
  11. Apakah ada penyakitmu? Keluargamu memiliki riwayat penyakit apa? Apa langkah antisipasimu terhadap riwayat penyakit keluarga tersebut?
  12. Apakah bersedia melakukan pre-marital check up? Terutama pemeriksaan obstetric gynecology, analisa sperma, golongan darah dan rhesus, screening TORCH, hepatitis, syphilis, thalasemia dan jika perlu konsultasi psikolog?
  13. Apakah bersedia melakukan vaksinasi/imunisasi yang dianjurkan dokter untuk anak kita dan juga untuk kita orang dewasa? Imunisasi pada anak dan dewasa (Cek updatenya setiap tahun). Males bangetkan end up with penganut teori konsipirasi, hadeh.

Family

  1. Bagaimana posisi keluarga dikehidupanmu?
  2. Ceritakan tentang orangtuamu, kebiasaan, sifat, ketidaksukaan mereka?
  3. Seperti apa ayahmu memperlakukan ibumu dan sebaliknya? Pelajari baik-baik, karena hal ini bisa menjadi "tanda" kira-kira seperti apa keseharian pernikahan kalian. Contoh, kamu perempuan dan ayah dari pasanganmu hangat dan sering memuji ibunya serta saat marah ia diam, maka kemungkinan ia akan melakukan hal yang sama terhadapmu. Jika ibu pasanganmu mandiri, maka pasanganmu akan berharap engkaupun mandiri. Contoh lain, kamu laki-laki dan ayah dari pasanganmu sangat sering membantu ibunya di dapur, maka pasanganmu akan berharap kau juga membantunya di dapur. Jika ibu pasanganmu selalu melayani ayahnya serta saat marah ngomel kemana-mana, maka kemungkinan ia akan melakukan hal yang serupa.
  4. Apa love languages orangtuamu?
  5. Ceritakan tentang prinsip/nilai/tradisi dan budaya dikeluarga dan keluarga besarmu?
  6. Bagaimana cara berpakaian dan bersikap didepan orangtuamu?
  7. Apakah kamu paham dan mau berusaha untuk mendapatkan hati orangtuaku hingga mereka seperti orangtuamu sendiri dan ini pekerjaan seumur hidup?
  8. Apakah kamu paham bahwa seburuk apapun orangtuaku, mereka adalah orangtuaku dan tetap menghormatinya seperti orangtuamu sendiri?
  9. Apa impian keluargamu untuk kamu?
  10. Apakah kamu menyetujui itu? Jika tidak, apa yang kamu lakukan?
  11. Seperti apa sikap dan posisimu jika nanti ada perselisihan antara aku dan keluargamu?
  12. Apa yang harus aku lakukan saat ada perselisihan antara aku dan keluargamu? Apakah kamu bersedia menuntunku untuk menyelesaikannya bersama?

Relationship

  1. Apa kebutuhan emosi dalam hubungan pernikahan? (this question related to your love languages) Apakah bersedia mempraktikkannya?
  2. Seperti apa pengambilan keputusan saat menikah nanti?
  3. Bagaimana pendapatmu tentang intimacy, passion and commitment dalam pernikahan? Bagaimana kamu menjaga hal tersebut dalam pernikahan?
  4. Bagaimana dan apa usahamu untuk saling menyenangkan pasangan?
  5. Di kota mana kita akan tinggal? Jika ada pilihan LDM akankah diambil? Apa langkah dan antisipasinya?
  6. Apakah akan tinggal bersama orangtua salah satu dari kita atau tinggal sendiri?
  7. Apakah akan ngekos/ngontrak/beli rumah?

Problem & Solution

  1. Bagaimana cara, situasi atau hal yang harus diperhatikan sebelum, selama dan setelah melakukan diskusi serius?
  2. Bagaimana cara aku mengkritik, memberi saran atau menyampaikan hal yang tidak aku sukai terhadap tindakan atau ucapanmu?
  3. Bagaimana cara kita menyelesaikan dan mencari solusi dari setiap pertengkaran yang terjadi?
  4. Apa kebiasaanmu?
  5. Apa kebiasaan burukmu? Apa hal yang kamu tidak sukai?
  6. Menurutmu apakah ada hal yang ingin kau ubah tentang aku? Apa dan kenapa?
  7. Apa ekspektasimu terhadap aku? Baik fisik dan psikis? Jika realita tidak sesuai dengan ekspektasi bagaimana cara kamu menghadapinya?
  8. Apa tanggapanmu mengenai tiga permasalahan utama pernikahan yaitu perbedaan visi misi, hadirnya orang lain dan keuangan? Bagaimana caranya agar hal itu dapat diantisipasi? Jika terjadi, bagaimana cara menghadapi dan mencari solusinya?
  9. Saat sudah menikahpun apakah kamu akan memberikanku "me time" tersendiri? Dan jika punya anak apakah bersedia mengasuhnya saat aku sedang "me-time"?
  10. Jika punya anak, apakah kita akan meluangkan waktu untuk berpacaran hanya berdua?
  11. Apakah kamu bersedia dan meluangkan waktu untuk mengobrol dan melakukan aktivitas bersama?
  12. Apa topik yang biasanya menjadi bahan "bertengkar" kita?
  13. Apa yang membuat saya kesal dan marah kepada pasangan saya?
  14. Apa yang saya buat sehingga pasangan saya marah?
  15. Bagaimana aku harus bersikap dan berkata saat kamu marah/stres/emosi negatif?
  16. Bagaimana aku harus bersikap dan berkata saat kamu bahagia/emosi positif?
  17. Apakah akan berkomitmen untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, belajar dari permasalahan itu dan tidak mengungkitnya kembali?
  18. Apakah saling memahami jika terjadi perselisihan, kita tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang menang? Tapi mencari solusi agar hal serupa tidak terjadi?

Financial & Life Style

  1. Apa pandanganmu tentang sandwich generation? Apakah kamu sandwich generation? Jika ia, bagaimana pengaturan keuangan keluarga kita setelah menikah nantinya?
  2. Apakah kamu masih dibiayai orangtua/keluarga? Jika ia bagaimana pengaturan keuangan keluarga kita setelah menikah nantinya?
  3. Bagaimana cara kita nanti mengatur keuangan?
  4. Apakah gaji kita akan digabung atau ada pengaturan lain?
  5. Apakah akan membuka rekening digital yang kita berdua bisa mengaksesnya?
  6. Bagaimana pandanganmu tentang hutang? Apakah kamu dan keluargamu punya hutang? Berapa? Apakah saat kita menikah, aku juga harus ikut serta dalam pelunasan hutang tersebut?
  7. Bagaimana pandanganmu tentang cicilan/KPR?
  8. Bagaimana pendapatmu tentang pengeluaran, tabungan dan investasi?
  9. Apa tujuan keuanganmu? rencana pada tahun kapan target tersebut tercapai?
  10. Life style yang seperti apa yang kamu inginkan? Apakah keuangan kita mendukung?
  11. Siapa direktur keuangan dan siapa direktur investasi jika nanti kita menikah?
  12. Apa hobimu? Apakah bersedia melibatkanku?
  13. Bagaimana pengaturan pengeluaran untuk hobi?
  14. (Karena kita sama-sama suka traveling) Tipe traveler yang manakah kamu? suitcase or backpacker?

Work & Household

  1. Bagaimana pembagian kerja diluar rumah?
  2. Apakah keberatan jika aku bekerja full time? Kenapa?
  3. Apakah keberatan jika aku tidak bekerja? Kenapa? (ingat semua pertanyaan wajib diajukan dan dijawab oleh keduanya)
  4. Jika sama-sama bekerja, bagaimana pembagian pekerjaan rumah? Bagaimana pembagian pengurusan anak?
  5. Jika salah satu tidak bekerja, bagaimana pembagian pekerjaan rumah? Bagaimana pembagian pengurusan anak?
  6. Jika hanya satu yang bekerja dan tiba-tiba di PHK, bagaimana support dan tindaklanjut yang harus diambil? Kalau ternyata tidak juga mendapatkan kerja, apa solusi terbaik?

Children & Polygamy

  1. Apakah kamu menginginkan keturunan?
  2. Jika tidak, kenapa?
  3. Berapa banyak yang kamu inginkan? Kenapa?
  4. Apakah akan menunda punya keturunan, kenapa dan berapa lama/sampai kapan?
  5. Bagaimana jika salah satu atau keduanya infertile? Apakah bersedia tetap melanjutkan pernikahan?
  6. (Jika perempuan yang infertile), apakah akan memadu? atau berpisah? yakin?
  7. (Jika laki-laki yang infertile), apakah akan berpisah? yakin?
  8. Bagaimana menjelaskan semua itu kepada masing-masing orangtua?
  9. Jikapun tidak ada masalah dalam keturunan, apakah ingin atau bahkan berpikir atau peluang terbuka terhadap poligami? Kenapa?

Wedding Stuff

  1. Pernikahan seperti apa yang kamu inginkan? Apakah hanya di KUA cukup atau harus ada resepsi? Apakah didukung dengan keuangan dan keluarga?
  2. Siapa yang akan membiayai pernikahan kita? Kita sendiri, orangtua atau keduanya?
  3. Apakah akan berhutang?
  4. Bagaimana pembagian tugas dalam perencanaan pernikahan kita?
  5. Bagaimana dengan deadlinenya?
  6. Apakah kamu tahu kalau saat mempersiapkan pernikahan ada yang namanya "godaan sebelum menikah"? Bentuknya bisa macam-macam, dari diri sendiri, pasangan hingga orang lain baik keluarga atau mantan pacar. Bagaimana kamu akan menghadapinya?

Married Life

Sama seperti di part 1, tutup mata dialah cinta butamu sehingga kau menerimanya secara lengkap, baik dan buruknya. Jangan kebalik! Bukan berarti kau tidak bisa memberinya saran terhadap sifat buruknya, ya you know what I'm saying right?.

Bagaimana pusing bukan? Lebih baik pusing sekarang dalam menemukan orang yang bersedia mengarungi lautan kehidupan berdua dengan tujuan yang sama dengan jalan hasil musyawarah berdua daripada pusing ternyata dia mau ke Roma kamu mau ke Belanda, die!

Sekali lagi, bukan bagaimana menemukan yang sempurna tapi menemukan yang ingin belajar dan hidup berkomitmen selamanya. Terima kasih telah membaca cerita-cerita kita ya. Semoga bermanfaat!

Rekomendasi buku bacaan : Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan

Free pic : Wedding vector created by freepik - www.freepik.com